Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tannin, alkaloid dan saponin. Senyawa fenolik dan flavonoid berpotensi sebagai antioksidan. Pemilihan metode ekstraksi dapat mempengaruhi kandungan aktivitas antioksidan pada ekstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan metode ekstraksi maserasi dan soklet terhadap akt…
Daun pandan wangi (Pandanus amarillyfolius Roxb.) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat meredam radikal bebas. Kandungan kimia kedua senyawa tersebut dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dari dua metode…
Minyak biji chia (MBC) mengandung asam lemak yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga dapat dijadikan kosmetik. Peningkatan efikasi MBC dapat dilakukan dengan diformulasikan dalam emulgel menggunakan basis karbopol 940. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi karbopol 940 terhadap karakteristik fisik dan uji hedonik Emulgel Minyak Biji Chia (EMBC).
Asam glikolat sebagai antipenuaan memiliki pH rendah dan efek yang menyengat, sehingga dibentuk kompeks molekuler dalam sediaan krim. Emulgator mempengaruhi karakteristik dan stabilitas fisik krim. Konsentrasi Tween 80 mempengaruhi viskositas krim. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi Tween 80 dalam krim kompleks asam…
Asam glikolat adalah senyawa kimia yang mampu mengatasi masalah penuaan. Emulgator berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan stabilitas fisik sediaan krim. Tween 80 adalah emulgator golongan surfaktan yang dapat mempengaruhi viskositas sediaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi Tween 80 terhadap stabilitas fisik krim asam glikolat.
Celexocib adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan pada rheumatoid arthritis. Celexocib termasuk Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yang kelarutannya rendah dan permeabilitasnya yang tinggi. Maka perlu diubah rute pemberian melalui topikal jenis emulgel dengan berbagai konsentrasi tween 80. Tujuan penelitian ini untuk memas…
Celecoxib merupakan agen antiinflamasi, pemberian secara oral menyebabkan terjadinya first-pass metabolism menyebabkan bioavaibilitas rendah, penggunaan obat secara topikal menjadi alternatif dibandingkan penggunaan oral. Celecoxib dikembangkan dalam bentuk sediaan emulgel menggunakan natrium lauril sulfat sebagai surfaktan. Tujuan dari penelitian ini untuk men…
Celecoxib merupakan obat antiinflamasi non steroid dalam golongan BCS II yang memiliki kelarutan buruk terhadap air yang menyebabkan bioavailabilitas dalam tubuh rendah, sehingga dikembangkan dalam sediaan emulgel. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek antiinflamasi sediaan emulgel celecoxib dengan variasi konsentrasi natrium lauril sulfat sebagai surfaktan.
Celecoxib merupakan obat golongan BCS tipe 2 yang memiliki kekurangan kelarutan buruk. Celecoxib saat ini hanya tersedia dalam bentuk rute pemberian peroral yang memiliki kelemahan first pass effect. Natrium lauril sulfat (NLS) merupakan surfaktan yang dapat membantu membentuk sediaan emulgel dengan karakteristik fisik yang baik. Tujuan penelitian adalah mengetahui p…
Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN) memperkirakan bahwa data kematian akibat Antimicrobial Resistant (AMR) pada tahun 2018 adalah sekitar 700.000 jiwa dan jumlah ini akan terus meningkat mencapai 10 juta jiwa pada tahun 2050. Perlu adanya pengendalian resistensi antibiotik dengan cara melakukan evaluasi penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini ad…