Text
Fotostabilitas Fisik dan Aktivitas Antioksidan Mikroemulsi Minyak Biji Pala (Myristica fragrans) dengan Variasi Tween 80-PEG 400
Minyak biji pala mengandung asam lemak tak jenuh dan miristisin yang mudah terdegradasi akibat dari paparan sinar UV. Tween 80 digunakan sebagai surfaktan dan PEG 400 digunakan sebagai kosurfaktan untuk meningkatkan stabilitas mikroemulsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas dan aktivitas antioksidan mikroemulsi minyak biji pala dengan variasi tween 80 dan PEG 400. Mikroemulsi dibuat dengan konsentrasi minyak biji pala sebesar 6,4% dengan variasi tween 80 dan PEG 400 dengan konsentrasi F1 (7:6), F2 (7:7), F3 (9:6), F4 (8:6). Uji fotostabilitas fisik dilakukan menggunakan sinar UV dengan panjang gelombang 366 nm dan sampel dipaparkan selama 2, 6, dan 24 jam. Uji antioksidan menggunakan metode ABTS. Data kualitatif hasil uji dijabarkan secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis menggunakan SPSS dengan uji one way Anova dan Paired Sample T-test. Hasil uji organoleptis menunjukkan seluruh formula dari mikroemulsi minyak biji pala mempunyai tampilan jernih, transparan, kuning, dan tidak terjadi pemisahan fase. Setelah dilakukan penyinaran terjadi perubahan warna menjadi kuning gelap. Hasil uji pH berkisar antara 6,59±0,07-8,51±0,08. Hasil uji bobot jenis berkisar antara 1,118±1,109 g/mL–1,134±1,129 g/mL. Hasil ukuran partikel berkisar antara 12,95 nm±0,07-60,1 nm±0,56. Hasil viskositas berkisar antara 3,22 dPa.s±0,26-4,34 dPa.s±0,15. Hasil uji persen transmitan berkisar antara 98,673%±0,66-99,001%±0,19. Hasil aktivitas antioksidan sebelum penyinaran berkisar antara 70,101%±0,03-72,400%±0,02, setelah penyinaran 24 jam berkisar antara 59,173%±0,03-66,191%±0,01. Keseluruhan formula mikroemulsi minyak biji pala memiliki sifat fisik yang baik dan memiliki aktivitas antioksidan yang dikategorikan sebagai antioksidan kuat, namun tidak stabil setelah disinari UV selama 24 jam pada FII dan FIV.
Tidak tersedia versi lain