Celecoxib (CLX) sebagai NSAID selektif tetap memiliki risiko iritatif terhadap saluran cerna. Resiko tersebut dapat diminimalisir melalui formulasi celecoxib secara topikal dalam bentuk nanoemulsi. Kombinasi Tween 80 propilenglikol sebagai surfaktan-kosurfaktan dapat meningkatkan penetrasi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula optimum dari hasil optimasi nanoemulsi celec…
Penggunaan minyak atsiri berpotensi menimbulkan iritasi kulit. Minyak atsiri dapat dimanfaatkan dalam formulasi sebagai carrier oil. Perlu dilakukan uji iritasi dan uji hedonik untuk keamanan produk. Penelitian ini memanfaatkan nutmeg oil (NMO) dan clove oil (CLO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi iritasi yang ditimbulkan dari nanoemulsi (NE) celecoxib (CLX) dengan vari…
Penggunaan surfaktan dan kosurfaktan tinggi dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan penggunaan kosurfaktan konsentrasi tinggi dapat menimbulkan efek sticky yang kurang diminati. Perlu dilakukan uji iritasi dan hedonik pada produk sebelum diedarkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi iritasi yang ditimbulkan dari nanoemulsi celecoxib (NECLX) dengan variasi jenis k…
Hasil uji granul effervescent FMD BM menunjukan warna merah muda, berbau khas bayam merah dan memiliki rasa asam sedikit manis yang disertai dengan rasa yang menyegarkan. Nilai kadar air ketiga formula berkisaran 1,41% - 1,77%. Nilai waktu alir 5,99 - 6,51 gram/detik, sedangkan nilai waktu larut 3,15 - 3,31 menit. Nilai pH berkisar 4,53 - 5,09. Seluruh karakteristik fisik granul tidak berb…
Celecoxib termasuk BCS kelas II memiliki kelarutan yang buruk. Kelarutan tersebut dapat ditingkatkan melalui formulasi nanoemulsi menggunakan Tween 80 - etanol sebagai surfaktan dan kosurfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula yang optimum dari nanoemulsi celecoxib menggunakan Central Composite Design dengan variasi Tween 80 – etanol sebagai surfaktan dan kosurfakta…
Celecoxib merupakan obat lipofilik, memiliki sifat kelarutan yang rendah sehingga membatasi sistem penghantaran obat tertentu. Celecoxib telah dikembangkan dalam berbagai topikal. Sediaan topikal nanoemulsi memiliki titik kritis dalam pemilihan bahan surfaktan-kosurfaktan-minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik nanoemulsi celecoxib dengan variasi jenis k…
Celecoxib bersifat lipofilik yang menyebabkan kelarutan dalam air rendah sehingga dapat dikembangkan dalam bentuk nanoemulsi. Salah satu titik kritis nanoemulsi adalah pemilihan carrier oil yang dapat mempengaruhi stabilitas fisik dan karakteristik sediaan secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik nanoemulsi celecoxib dengan variasi jenis ca…
Celecoxib termasuk obat golongan NSAID selektif akan tetapi masih terdapat laporan bahwa celecoxib mengiritasi lambung. Celecoxib dapat dibuat dalam bentuk sediaan nanoemulsi yang diformulasikan dengan variasi jenis carrier oil untuk meningkatkan pelepasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pelepasan sediaan nanoemulsi celecoxib dengan variasi jenis carrier oil. Nanoemul…
Celecoxib memiliki kelarutan yang rendah sehingga bioavabilitasnya hanya sebesar 22-40% pada sediaan oral. Formulasi dalam bentuk nanoemulsi menggunakan surfaktan tween 80 dan kosurfaktan PEG 400 mampu meningkatkan penghantaran zat aktif ke dalam kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula optimum nanoemulsi CXB menggunakan central composite design dengan variasi tween 80 dan PEG 4…
Celecoxib merupakan Obat golongan NSAID selektif yang memiliki bioavailabilitas rendah. Bioavailabilitas yang rendah dapat ditingkatkan melalui perubahan rute pemberian. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh jenis kosurfaktan dan Menentukan formula nanoemulsi celecoxib dengan variasi kosurfaktan yang menghasilkan laju pelepasan obat tertinggi. Celecoxib sebanyak 200 mg dibuat menjadi nan…