Text
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Fiqih Metode Problem Based Learning Materi Penyelenggaraan Jenazah Siswa Kelas X Di Madrasah Aliyah Al Asror Semarang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di MA Al-Asror Semarang dilakukan melalui tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada perencanaan, guru mempelajari panduan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan kondisi sekolah. Dalam pelaksanaan, pendekatan Problem Based Learning (PBL) diterapkan dengan memberikan kasus masalah yang mengharuskan siswa untuk berpikir kritis, berdiskusi, serta melakukan simulasi praktik, seperti pengurusan jenazah. Evaluasi dilakukan berbasis proses untuk menilai keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Respon siswa terhadap pembelajaran Fiqih berbasis Kurikulum Merdeka menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis, dengan pembelajaran yang lebih relevan dan kontekstual. Pembelajaran Fiqih juga relevan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial, yang tercermin dalam kegiatan praktis dan diskusi kelompok.
Tidak tersedia versi lain