Text
Inovasi Pembelajaran Melalui Metode 40 Hari (Arba’in) Baca Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Fadllul Wahid Ngangkruk Bandungsari Ngaringan Grobogan
(Arba’in) baca kitab kuning di Pondok Pesantren Fadllul Wahid. Metode ini
dirancang untuk mempercepat dan memperdalam penguasaan kitab kuning sebagai
ciri khas pesantren salaf. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan teknik studi lapangan, melalui observasi partisipatif, wawancara,
dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi,
penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Arba’in mencakup tiga
fokus utama: latar belakang, implementasi, dan dampaknya. Pertama, penerapan
metode ini didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran
kitab kuning secara cepat, terarah, dan sistematis, terutama dalam menjawab
lemahnya penguasaan ilmu alat dan rendahnya disiplin belajar santri. Kedua,
implementasi dilakukan secara intensif selama 40 hari, dengan mengintegrasikan
pendekatan tradisional seperti sorogan, bandongan, lalaran, musyawarah, serta
penguatan karakter melalui kegiatan spiritual harian. Kitab yang digunakan yaitu
Mandhumah fi Ilmi al-Nahwi dan Safinatun Naja. Evaluasi dilakukan secara
menyeluruh dan berjenjang, baik secara lisan maupun tertulis. Ketiga, dampak
metode ini sangat signifikan terhadap aspek kognitif (pemahaman kitab kuning),
afektif (pembentukan karakter disiplin, tekun, bertanggung jawab, mandiri, dan
percaya diri), serta psikomotorik (kemampuan menyampaikan, berdiskusi, dan
mempresentasikan isi kitab secara aktif dan terstruktur).
Tidak tersedia versi lain