Text
Studi Pelepasan Obat In Vitro Nanoemulsi Celecoxib dengan Variasi Jenis Kosurfaktan
Celecoxib merupakan Obat golongan NSAID selektif yang memiliki bioavailabilitas rendah. Bioavailabilitas yang rendah dapat ditingkatkan melalui perubahan rute pemberian. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh jenis kosurfaktan dan Menentukan formula nanoemulsi celecoxib dengan variasi kosurfaktan yang menghasilkan laju pelepasan obat tertinggi. Celecoxib sebanyak 200 mg dibuat menjadi nanoemulsi dalam tiga formula dengan variasi jenis kosurfaktan pada F1 (PEG 400), F2 (PG) dan F3 (Etanol). Nanoemulsi diuji karakteristik fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pesen transmitan, pH, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas serta dilakukan uji pelepasan obat in vitro dianalisis secara statistik menggunakan uji one way anova. Nanoemulsi Celecoxib menunjukkan tekstur sediaan kental, jernih, warna kuning pucat dan aroma khas minyak kelapa. Nanoemulsi ketiga formula homogen. Hasil uji persen transmitan, pH, ukuran partikel dan PDI tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05). Uji pelepasan obat in vitro diperoleh nilai fluks F1 (633,256 μg/cm2.jam), F2 (435,5629 μg/cm2.jam) dan F3 (492,2326 μg/cm2.jam). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara F1, F2, dan F3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kosurfaktan mempengaruhi laju pelepasan nanoemulsi celecoxib.
Tidak tersedia versi lain