Text
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Pembiasaan Shalat Berjamaah Pada Anak-Anak Panti Asuhan Al Jannah Di Kota Semarang
Kata kunci : Penanaman nilai, Pembiasaan shalat berjamaah.
Pembiasaan adalah upaya praktis dalam pembinaan dan pembentukan
karakter atau akhlak peserta didik atau siswa. Inti dari pembiasaan adalah
pengulangan. Sesuatu yang di ulang-ulang tentu akan menjadi kebiasaan. Upaya
pembiasaan di perlukan karena pada dasarnya manusia memiliki sifat lupa dan
lemah. Sedangkan pembiasaan shalat berjamaah adalah proses membiasakan anak
asuh untuk melaksanakan shalat berjamaah. Dengan tujuan untuk menanamkan
nilai-nilai pendidikan agama islam. Yaitu nilai aqidah, nilai ibadah, dan nilai
akhlak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pendekatan
kualitatif deskriptif. Yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata
tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui proses penanaman nilai-nilai
Pendidikan Agama Islam melalui pembiasaan shalat berjamaah di Panti Asuhan AlJannah Kota Semarang (2) Mengetahui nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang di
tanamkan di Panti Asuhan Al-Jannah Kota Semarang (3) Mengetahui kendala dan
hambatan yang di temui selama proses penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama
Islam melalui pembisaan shalat berjamaah di Panti Asuhan Al-Jannah Kota
Semarang
Kesimpulan penelitian proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama islam
melalui pembiasaan shalat berjamaah terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan
seperti persiapan, adzan, membaca sholawat, shalat berjamaah, dzikir, dan do’a.
Melalui beberapa kegiatan tersebut maka akan tertanam dalam diri anak asuh tiga
nilai utama yaitu nilai aqidah, nilai ibadah, dan nilai akhlak. Sedamgkan untuk
faktor yang menjadi kendala bersumber dua faktor yaitu faktor internal dan
eksternal. Faktor internal meliputi latar belakang anak asuh yang berbeda-beda dan
masih kurangnya kesadaran anak asuh akan pentingnya nilai-nilai pendidikan
agama islam. Sedangkan faktor yang bersumber dari luar (eksternal) adalah
lingkungan anak asuh, fasilitas yang kurang memadahi, dan pengaruh internet dan
gadget
Tidak tersedia versi lain