Text
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (Ctl) Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas Xi A Ma Darul Ulum Semarang Tahun Pembelajaran 2024/2025
Hasil belajar adalah proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan
lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunnya.
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan suatu proses
pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh agar
dapat memahami makna materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan
kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural).
Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan Model
Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) mata pelajaran Akidah
Akhlak kelas 11 MA Darul Ulum Semarang. (2) Apakah dengan menggunakan
Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat
meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Akidah Akhlak kelas 11 MA Darul Ulum
Semarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui model pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL) yang akan digunakan di MA Darul Ulum
Semarang untuk meningkatkan hasil belajar kelas XI. (2) Untuk mengetahui dengan
pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) MA Darul
Ulum Semarang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian menggunakan (1) Tes, (2) metode observasi (3) metode
dokumentasi, dan (4) Wawancara.
Pada pra siklus hasil observasi keaktifan siswa diperoleh 48,5%, siklus I hasil
observasi keaktifan sebesar 63,4%, dan siklus II hasil observasi keaktifan sebesar
diperoleh 83,4%, dari kedua siklus tersebut sudah bisa disimpulkan tingkat
keaktifan siswa berubah menjadi lebih baik. Model Contextual Teaching and
Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak mampu meningkatkan prestasi
belajar mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas XI A MA Darul Ulum Semarang
tahun pelajaran2024/2025. Hal ini dapat dilihat nilai rata-rata kelas pada siklus I
68,5 menjadi 85 pada siklus II dan ketuntasan klasikal 52,9% pada siklus I naik
menjadi 88,2 % pada siklus II. Hal ini berarti ketuntasan klasikal telah melibihi
indikator keberhasilan yaitu sudah di atas 80%
Tidak tersedia versi lain