Text
Pengaruh Pembiasaan Shalat Dhuha Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa Di Sd It Al-Azmi Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal
Kata Kunci : Pembiasaan, Shalat Dhuha, Kecerdasan Emosional
Melaksanakan shalat dhuha merupakan salah satu upaya untuk
mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT dan alternatif ibadah yang dapat
meningkatkan kecerdasan. Dengan melakukan pembiasaan shalat dhuha secara
rutin maka dapat mengontrol emosi dalam tubuh serta memahami perasaannya.
Kemudian dalam hal ini akan sangat berpengaruh pada tingkah dan perilaku
seseorang dalam kehidupan sehari-harinya termasuk dapat membina hubungan
baik dengan orang lain.
Berdasarkan dari pemikiran diatas Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan dan menganalisis adakah pengaruh yang signifikan pembiasaan
shalat dhuha terhadap kecerdasan emosional siswa di SD IT Al-Azmi
Gempolsewu Rowosari Kendal, Untuk menganalisis seberapa besar pengaruh
pembiasaan shalat dhuha terhadap kecerdasan emosional siswa di SD IT Al-Azmi
Gempolsewu Rowosari Kendal.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan
kuantitatif. Subjek penelitian sebanyak 48 responden, menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara,
observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan menggunakan teknik
analisis regresi .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis yang telah
dilakukan, maka ada pengaruh pembiasaan shalat dhuha terhadap kecerdasan
emosional siswa di SD IT Al-Azmi Gempolsewu Rowosari Kendal. Hal ini
dibuktikan dari hasil korelasi koefisien diperoleh r
xy
sebesar 0,421. Sehingga pada
taraf signifikan 5 % didapatkan rt
adalah 0,284 dan taraf signifikan 1 %
didapatkan r
t
adalah 0,368. Dari hasil analisis regresi didapat F
reg = 9,94 > Ftabel
=
4,05 untuk taraf signifikan 5%, dan F
reg
= 2,81 untuk taraf signifikan 1%. Karena
rxy, Freg > rt, F
t
maka hasilnya menunjukkan signifikan. Pengaruh pembiasaan
shalat dhuha terhadap kecerdasan emosional siswa di SD IT Al-Azmi
Gempolsewu Rowosari Kendal berpengaruh sebesar 17,76%, sedangkan 82,24%
lainnya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Tidak tersedia versi lain