Text
Upaya Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Pada Pembelajaran Fiqih Kelas X.A Di Ma Sultan Fatah Guntur Demak Tahun Ajaran 2023/2024
Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif ,Tipe Group Investigation, Keaktifan
dan Hasil Belajar, Fiqih
Penggunaan model pembelajaran konvensional yang berbasis teacher
centered dan bersifat monoton mengakibatkan rendahnya keaktifan dan hasil
belajar siswa. Oleh sebab itu, dibutuhkan model pembelajaran yang berpusat pada
siswa. Model Kooperatif tipe Group Investigation mengharuskan terjadinya
intraksi aktif, kolaborasi, partisipasi aktif, dan saling ketergantungan antara anggota
kelompok yang bersifat positif, untuk mencapai tujuan bersama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan
model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation, Mengetahui dan
menganalisis penerapan pembelajaran, keaktifan siswa dan hasil belajar siswa
setelah menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation
mata pelajaran Fiqih di kelas X MA Sultan Fatah Gaji, Guntur, Demak. tahun
pelajaran 2023/2024.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Kegiatan penelitian pra siklus, siklus I dan siklus II. Setiap siklusnya terdapat empat
rangkaian penelitian terdiri, yaitu: perencanaan, pelaksanaan Tindakan,
pengamatan, dan refleksi.
Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran Kooperatif
Tipe Group Investigation bisa dilakukan melalui di mulai dengan pembentukan
kelompok, pemilihan topik masalah, pengorganisasian tugas, pembagian peran
anggota kelompok, pencarian informasi, presentasi hasil dan refleksi evaluasi.
Selain itu model model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation juga
dapat meningkatkan keaktifan siswa hal tersebut dibuktikan dengan presentase
keaktifan siswa secara klasikal pada ada kegiatan pra siklus masih rendah sebesar
40,4%, siklus I meningkat menjadi 68,1%, dan siklus II meningkat meningkat
menjadi 83 %. Hasil belajar siswa pada tahap pra siklus yaitu sebesar 38,3%, pada
tahap siklus I meningkat menjadi 65,95%, kemudian meningkat kembali pada tahap
siklus II menjadi 83%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa telah keaktifan
dan hasil belajar siswa masing-masing telah melebihi indikator yang telah
ditentukan yaitu 75%.
Tidak tersedia versi lain