Text
Telaah Kitab Tarikhul Hawadits Wal Ahwal An Nabawiyyah Karya Sayyid Muhammad Al Maliki Tentang Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Pada Kisah Nabi Muhammad SAW Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam
Kitab Tarikhul Hawadits Wal Ahwal An Nabawiyyah Kisah seorang tokoh merupakan salah satu media paling tepat untuk anak-anak dalam menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupannya. Kisah juga dapat menjadi media membentuk pribadi etika, akhlaq dan tingkah laku peserta didik, hal ini dikarenakan kisah tersebut mampu menarik anak-anak untuk menyukai dan memperhatikannya. Dengan mendengar mereka juga bisa merekam semua, idialisme, gagasan, doktrin, imajinasi dan peristiwa yang ada pada kisah tersebut. Terlebih jika tokoh yang diceritakan adalah Rasulullah Muhammad SAW yang semua perihalnya dapat dijadikan contoh pendidikan akhlak yang relevan hingga masa kini. Hal ini semakin terasa urgent dimana pada dekade akhir-akhir ini peserta didik mengalami krisis yang parah dan mengkhawatirkan. Pertanyaan yang ingin di jawab dari penelitian ini adalah (1) Apa saja nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung pada kisah Nabi Muhammad SAW menurut Sayyid Muhammad Al-Maliki dalam kitab Tarikhul Hawadis Wal Ahwal An Nabawiyyah ? (2) Bagaimanakah relevansi pendidikan akhlakpada kisah Nabi Muhammad SAW menurut Sayyid Muhammad Alawi AlMaliki dalam kitab Tarikhul Hawadis Wal Ahwal An Nabawiyyah dengan pendidikan Islam ? Metode penelitian yang digunakan yaitu Library Research. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati pada sumber-sumber tertentu, mencari, menelaah buku-buku, artikel atau lainnya yang berkaitan dengan skripsi ini. Sedangkan metode analisis dalam penelitian ini yaitu content-analysis.Kesimpulan hasil penelitian menunjukan : (1) Nilai -nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Tarikhul Hawadis Wal Ahwal An Nabawiyyah terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya penanaman sikap tolong menolong, adil, taat pada pemimpin, amanah dalam perjanjian, dermawan dan menjauhi sifat-sifat tercela tamak, khianat, kikir dan perbuatan yang merusak hati lainnya. (2) Relevansi nilai-nilai pendidikan tauhid dalam dalam kitab “Tarikhul Hawadis Wal Ahwal An Nabawiyyah” karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki terbagi menjadi dua bagian yaitu, dari segi pendidikan dan bagi lingkungan. Dari segi pendidikan, keseluruhan konsep akhlak yang ditawarkan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki sejalan dengan kurikulum 2013 yang sedang diterapkan di Indonesia sekarang yakni pengintegrasian antara akal dan jiwa sebagai landasan moral dan spiritual vi peserta didik. Dari segi lingkungan, konsep akhlak Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki bisa digunakan untuk memperkenalkan pendidikan agama secara berjenjang bagi peserta didik agar tidak mudah terbawa arus penyimpangan pergaulan dimasyarakat sehingga dapat mengembangkan potensi diri, potensi tersebut jika dikelola dengan baik maka akan tercipta bangsa yang digdaya.
Tidak tersedia versi lain