Text
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosialal-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 11-13 Dalam Pendidikan Agama Islam (Perspektif Tafsir Ibnu Katsir Dan Tafsir Al-Azhar)
Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Al-Qur’an, Pendidikan Agama Islam, Tafsir Ibnu
Katsir, Tafsir Al-Azhar. Pendidikan karakter merupakan hal yang penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter menjadi landasan atau basis pembentukan karakter bangsa yang berkualitas, dan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai tidak diabaikan. Pendidikan karakter menghasilkan individuindividu luar biasa yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif tetapi juga karakter untuk mencapai kesuksesan. Mengingat pada era saat ini, semakin merosotnya karakter anak bangsa seperti maraknya seks bebas pada anak muda, kemiskinan, daya kompetitif yang rendah sehingga banyak produk atau SDM dalam negeri yang tergantikan oleh barang maupun SDM dari luar negeri . Fokus pada penelitian ini adalah: (1) Apa saja nilai pendidikan karakter sosial dalam Surat Al-Hujurat ayat 11-13 menurut Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar (2) Bagaimana Implementasi nilai pendidikan karakter sosial surat Al -Hujurat ayat 11-13 dalam pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research bersifat kualitatif dengan menggambarkan konsep yang ada sesuai dengan data yang di temukan di dalam buku. Dalam mengumpulkan data, penulis mengumpulkan datayang di lakukan didasarkan data primer dan data sekunder. Penulis melakukan analisis data dengan metode tafsir tematik (tafsir maudu’i), yaitu mencoba memahami makna dalam interaksi sesama manusia dalam hal pendidikan, penekanan dan pemahaman interaktif mengenai fenomena-fenomena yang terjadi didalam kehidupan.Hasil dari penelitian adalah (1) larangan memberi olokan kepada orang lain dan panggilan buruk (2) larangan berprasangka buruk dan ghibah (3) persamaan derajat manusia agar saling menghormati. Sementara implementasinya dalam agama Islam adalah (1) memberi nasihat larangan mengolok dan memanggil dengan buruk (2) memberi konseling bahayanya prasangka buruk dan ghibah (3) mengajarkan bahwa manusia sama derajatnya, yang membedakan ketakwaannya.
Tidak tersedia versi lain