Dari total 100 sampel, 79% ibu hamil mengalami anemia, dengan kategori anemia ringan (41%) sebagai yang terbanyak. Sebanyak (62%) kehamilan berakhir pada persalinan preterm, diikuti very preterm (20%) dan extremely preterm (18%). Analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur (p < 0,05).