Celexocib adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan pada rheumatoid arthritis. Celexocib termasuk Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yang kelarutannya rendah dan permeabilitasnya yang tinggi. Maka perlu diubah rute pemberian melalui topikal jenis emulgel dengan berbagai konsentrasi tween 80. Tujuan penelitian ini untuk memas…
Celecoxib merupakan agen antiinflamasi, pemberian secara oral menyebabkan terjadinya first-pass metabolism menyebabkan bioavaibilitas rendah, penggunaan obat secara topikal menjadi alternatif dibandingkan penggunaan oral. Celecoxib dikembangkan dalam bentuk sediaan emulgel menggunakan natrium lauril sulfat sebagai surfaktan. Tujuan dari penelitian ini untuk men…
Celecoxib merupakan obat antiinflamasi non steroid dalam golongan BCS II yang memiliki kelarutan buruk terhadap air yang menyebabkan bioavailabilitas dalam tubuh rendah, sehingga dikembangkan dalam sediaan emulgel. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek antiinflamasi sediaan emulgel celecoxib dengan variasi konsentrasi natrium lauril sulfat sebagai surfaktan.
Celecoxib merupakan obat golongan BCS tipe 2 yang memiliki kekurangan kelarutan buruk. Celecoxib saat ini hanya tersedia dalam bentuk rute pemberian peroral yang memiliki kelemahan first pass effect. Natrium lauril sulfat (NLS) merupakan surfaktan yang dapat membantu membentuk sediaan emulgel dengan karakteristik fisik yang baik. Tujuan penelitian adalah mengetahui p…
Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN) memperkirakan bahwa data kematian akibat Antimicrobial Resistant (AMR) pada tahun 2018 adalah sekitar 700.000 jiwa dan jumlah ini akan terus meningkat mencapai 10 juta jiwa pada tahun 2050. Perlu adanya pengendalian resistensi antibiotik dengan cara melakukan evaluasi penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini ad…