Text
Analisis Kelayakan Usaha Kerupuk Rambak Di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal
Kecamatan Pegandon menjadi sentra industri kerupuk rambak yang cukup terkenal di masyarakat Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, BEP, R/C ratio, dan payback period. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode sensus sejumlah 10 responden. Hasil penelitian usaha kerupuk rambak mengeluarkan rata-rata total biaya dengan hasil produksi 50-100 kg sebesar Rp 10.976.930/bulan sedangkan hasil produksi 100-200 kg sebesar Rp 22.141.500/bulan. Sehingga diperoleh rata-rata total penerimaan dengan hasil produksi 50-100 kg dan 100-200 kg sebesar Rp 11.808.000/bulan dan Rp 25.056.000/bulan. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh pengusaha kerupuk rambak hasil produksi 50-100 kg dan 100- 200 kg yaitu Rp 831.070/bulan dan Rp 2.914.500/bulan. Rata-rata BEP harga yang diperoleh dari usaha kerupuk rambak hasil produksi 50-100 kg sebesar Rp 148.738/kg sedangkan hasil produksi 100-200 kg adalah sebesar Rp 141.208/kg, dan BEP produksi dengan hasil produksi 50-100 kg dan 100-200 kg sebesar 68 kg dan 138 kg. Rata-rata nilai R/C ratio hasil produksi 50-100 kg nilai R/C diperoleh 1,07 dan hasil produksi 100-200 kg nilai R/C ratio sebesar 1,13 yang berarti usaha kerupuk rambak layak untuk diusahakan karena R/C >1. Payback period usaha kerupuk rambak hasil produksi 50-100 kg adalah 6 bulan dan 100-200 kg adalah 7 bulan.
Tidak tersedia versi lain