Text
Analisis Risiko Usahatani Bayam Jepang (Spinacia Oleracea L.) Organik Di Kelompok Tani Tranggulasi Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
Bayam jepang merupakan sayuran dikembangkan secara insentif dalam skala agribisnis. Bayam jepang dibudidayakan petani di Tranggulasi secara organik karena meminimalkan biaya produksi, aman bagi lingkungan, aman dikonsumsi, dan harga jual tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui rata-rata jumlah produksi dan pendapatan usahatani bayam jepang organik di Kelompok Tani Tranggulasi Kabupaten Semarang (2) Mengetahui risiko produksi, harga, dan pendapatan usahatani bayam jepang organik di Kelompok Tani Tranggulasi Kabupaten Semarang. Responden dalam penelitian adalah petani bayam jepang organik di Kelompok Tani Tranggulasi sebanyak 11 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis pendapatan dan analisis koefisien variasi (KV). Hasil penelitian bayam jepang organik per luasan lahan 0,06 Ha per bulan (musim tanam) menunjukkan bahwa (1) Jumlah produksi sebanyak 531 kg/musim tanam dan pendapatan usahatani bayam jepang organik sebesar Rp 5.706.553/musim tanam (2) Risiko produksi diperoleh nilai koefisien variasi (KV) sebesar 0,47, risiko harga di kelompok diperoleh nilai koefisien variasi (KV) sebesar 0,11, risiko harga di luar kelompok diperoleh nilai koefisien variasi (KV) sebesar 0,65 dan risiko pendapatan diperoleh nilai koefisien variasi (KV) sebesar 0,48.
Tidak tersedia versi lain