Text
Pengaruh Diameter Main Jet Terhadap Kinerja Mesin Penggerak Kapal Nelayan Skala Kecil
Pencemaran lingkungan perairan akibat gas buang dari sisa pembakaran oleh mesin tempel 2 langkah yang dikenal dengan boros bahan bakar, untuk mengatasi hal tersebut peggunaan diameter main jet yang tepat menentukan konsumsi bahan bakar (bbm) dan kinerja mesin terhadap kecepatan kapal. Penelitian dengan metode eksperimen dan rancangan percobaan sederhana memberikan 3 (tiga) perlakuan nomor main jet (#150, #145, dan #135) pada mesin tempel 2 langkah dengan daya 40 Hp dilakukan pengujian konsumsi bahan bakar pada rpm maksimum, minimum dan pertengahan. Pengulangan sebanyak 5 kali dengan bbm 100 mililiter setiap ulangan. Penggunaan main jet #150, rpm maksimum mencapai 3.562 rpm, konsumsi bbm 22,84 liter/jam, kecepatan kapal 15,59 Knot, rpm pertengahan konsumsi bbm 14,88 liter/jam, kecepatan kapal 11,73 Knot da rpm minimum konsumsi bbm 4,76 liter/jam, kecepatan kapal 7,25 Knot. Penggunaan main jet #145, rpm maksimum mencapai 3.913 rpm, konsumsi bbm 17,67 liter/jam, kecepatan kapal 17,05 Knot, rpm pertengahan konsumsi bbm 10 liter/jam, kecepatan kapal 12,08 Knot dan rpm minimum konsumsi bbm 4,14 liter/jam, kecepatan kapal 7,25 Knot. Sedangkan penggunaan main jet #135, rpm maksimum mencapai 4.209 rpm, konsumsi bbm 16,86 liter/jam, kecepatan kapal 17,78 Knot, rpm pertengahan konsumsi bbm 9,14 liter/jam, kecepatan kapal 12,17 Knot dan rpm minimum konsumsi bbm 3,96 liter/jam, kecepatan kapal 7,46 Knot. Ukuran main jet mempengaruhi konsumsi bbm, rpm maksimum, kecepatan kapal dan kondisi mesin secara visual saat pengujian dilaut. Semakin besar nomer main jet yang digunakan, rpm maksimum dan kecepatan kapal yang dihasilkan semakin rendah namun konsumsi bahan bakar semakin tinggi serta suara mesin semakin berat.
Tidak tersedia versi lain