Text
Analisis Link Balancing Dan Failover 2 Provider Menggunakan Border Gateway Protocol (Bgp) Pada Router Mikrotik
Saat ini instansi atau perguruan tinggi sudah banyak yang memiliki alamat IP publik dan nomor AS sendiri, untuk menjaga ketersediaan layanan data maupun internet maka diperlukan minimal dua internet service provider (ISP) untuk mempertahankan konektivitas pengguna saat terjadi gangguan pada salah satu ISP. Dengan border gateway protocol (BGP) sebagai protokol pertukaran informasi routing antar router BGP lain downtime dapat diminimalisir dengan menerapkan konfigurasi failover. Analisa dilakukan menggunakan metode NDLC (Network Development Life Cycle) untuk mengetahui kemampuan kinerja jaringan yang telah dibuat. Pengujian link balancing dan reroute tujuan IP Address di internet berhasil dan berjalan sesuai yang diharapkan. Dan hasil pengujian untuk failover didapatkan hasil dari lima kali pengujian pemutusan link dengan jumlah ping 300 didapatkan hasil rata-rata packet loss 30,4% (persen) angka ini menurut TIPHON dikategorikan buruk karena lebih dari 25%, sedangkan rata-rata latency 9,8 ms (milidetik) menurut TIPHON dikategorikan sangat bagus karena di bawah 150 ms, dan rata-rata waktu downtime selama perpindahan koneksi ke ISP cadangan adalah 92 detik atau 1 menit 32 detik waktu konvergensinya, tidak ada standar dunia yang mengatur konvergensi QoS pada BGP.
Tidak tersedia versi lain