Text
Analisis Kekuatan Jumlah Laminasi Komposit Sandwich Fiberglass Dengan Core Kayu Merbau (Insia Bijuga) Sebagai Material Lambung Kapal Nelayan
Material utama kapal nelayan adalah kayu, sedangkan produksi kayu dari hutan Indonesia semakin menurun. Bagian penting kapal adalah lambung, bagian ini terkena air dimana hal tersebut mengakibatkan kerusakan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan adalah melapisi menggunakan fiberglass hingga 9 lapis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kekuatan mekanis komposit sandwich skin fiberglass dengan core kayu merbau, foto makro patahan, dan sifat kompatibilitas resin terhadap permukaan kayu sebagai material kapal nelayan. Metode penelitian menggunakan variasi jumlah susunan serat fiberglass, fraksi volume setiap spesimen berbeda dengan tebal core sama 5 mm, dimana berturut- turut spesimen uji tarik komposit sandwich 4, 6 dan 8 lapis memiliki fraksi volume dengan nilai tegangan (15%:23%:62) ; 69,62 MPa, (18%:33%:49%) ; 76,16 MPa, (22%:33%:45%) ; 91,08 MPa, dan spesimen uji bending memiliki fraksi volume dengan tegangan (15%:22%,63%) ; 151,94 MPa, (19%:28%:53%) ; 977,56 MPa, (22%:32%:46%) ; 805,31 MPa. Hasil foto makro spesimen menunjukan patahan ulet. Hasil uji sudut kontak menunjukan kompatibilitas resin terhadap permukaan kayu baik. Dari pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi fraksi volume maka kekuatannya semakin bertambah, selain itu yang mendekati syarat dari Biro Klasifikasi Indonesia untuk menjadi material lambung kapal adalah spesimen ke 3 karena memiliki nilai tegangan tarik dan bending.
Tidak tersedia versi lain