Text
Implementasi Optimasi Topologi Infill Modifier Untuk Efisiensi Hasil 3d Printer Menggunakan Material Filament Polyethylene Terephthalate Glycol (Petg)
Rapid prototyping merupakan metode yang digunakan dalam membuat model berskala, additive manufacturing mampu untuk membuat sebuah komponen dengan harga yang lebih murah, waktu yang lebih cepat dengan tingkat kompleksitas yang tinggi. sistem additive manufacturing yang umumnya digunakan adalah Fused Deposition Modeling (FDM). penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola isian yang mampu menghasilkan komponen yang optimal baik dari segi kekuatan, jumlah material ataupun waktu cetak yang diperlukan dengan adanya penggabungan hasil optimasi topology sebagai infill modifier Hasil dari analisis pengujian tersebut ialah, pola isian yang sebaiknya digunakan adalah Pertama, Infill Grid – Cubic pada densitas 30% - 60% dengan waktu yang diperlukan dalam melakukan cetak bahan berkisar 45 menit dengan ketebalan 2,55 mm yang menghasilkan kekuatan sebesar 49,835 MPa. Kedua, Infill Honeycomb – Hilbert Curve pada densitas 30% - 60% yang membutuhkan waktu cetak kurang lebih 45 menit dengan ketebalan 2,58 mm yang menghasilkan kekuatan sebesar 43,2515 MPa. Ketiga, Infill Grid – Gyroid pada densitas 30% - 60% dengan waktu yang diperlukan dalam melakukan cetak bahan berkisar 60 menit dengan ketebalan 2,56 mm yang menghasilkan kekuatan sebesar 41,082 MPa.
Tidak tersedia versi lain