Text
Pengaruh Campuran Refrigeran Dan Temperatur Udara Terhadap Kinerja Ac Split
Air conditioning (AC) digunakan dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi penghuni yang berada dalam ruangan dengan cara memindahkan panas dari ruangan dan membuang panas tersebut ke luar ruangan. Pada saat ini masih banyak AC split dengan basis refrigeran R22 yang mempunyai nilai ODP (ozone depletion potential) sehingga beresiko merusak lapisan ozone. Salah satu poin yang dinyatakan dalam protokol Montreal dan Kyoto (1897 & 1997) adalah penghapusan penggunaan refrigeran R22 (HCFC) dan mengubahnya dengan refrigeran yang lebih ramah lingkungan. Untuk indonesia sendiri penghapusan refrigen R22 akan mulai diberlakukan pada tahun 2030 sesuai dengan peraturan mentri perindustrian Nomor :41/M-IND/PER/5/2014 tentang laranganpenggunaan hydrochloroflourocarbon (HCFC) dibidang perindustrian. untuk itu perlu dilakukannya Penelitian kinerja ac split menggunakan campuran refrigeran R22 dengan R32. Metode yang digunakan dengan memvariasikan udara masuk evaporator dengan suhu 30˚c, 35˚c, 40˚c menggunakan refrigeran R22, R32, dan R22 50% / R32 50% pada tekanan 70 psi. Dari hasil penelitian penggunaan refrigeran berbeda yaitu campuran R22 50% dan R32 50% pada AC split dengan spesifikasi daya 0,5 PK dengan basis refrigeran R22 pada tekanan suction 70 psi mendapatkan nilai COP tertinggi 4,59. untuk kelembaban mengalami peningkatan dengan nilai tertinggi 78% meskipun konsumsi daya juga mengalami peningkatan dengan nilai tertinggi 376 watt. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa campuran refrigeran R22 dan R32 memperlihatkan kinerja yang baik untuk dijadikan sebagai alternatif penggganti yang sesuai untuk AC split dengan basis R22.
Tidak tersedia versi lain