Text
Evaluasi Penggunaan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Periode 2022
Kemoterapi pada pasien kanker payudara bersifat toksik yang sangat tinggi, maka perlu dilakukannya evaluasi penggunaan kemoterapi meliputi tepat indikasi, tepat regimen kemoterapi, tepat dosis, dan tepat pasien dan tepat rute pemberian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola penggunaan dan evaluasi penggunaan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Semarang periode 2022. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan desain cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medik dari pasien kanker payudara yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi sebanyak 30 sampel di Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Semarang periode 2022. Analisis data secara deskriptif. Data dianalisis berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Kanker Payudara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 dan British Columbia Cancer Agency Clinical Pharmacy Guide. Pola penggunaan regimen kemoterapi yang paling banyak di gunakan yaitu siklofosfamid + doksorubisin + fluorourasil (CAF) (73,33%), obat pramedikasi yang paling banyak digunakan yaitu ondansetron, difenhidramin, deksametason, metoklopramid, omeprazole. Hasil evaluasi penggunaan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Periode 2022 yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat dosis 1,13% dan tepat rute pemberian obat 100%
Tidak tersedia versi lain