Text
Studi In Silico Senyawa Metabolit Sekunder Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Kandidat Obat Antidiabetes Mellitus Tipe II
Diabetes mellitus tipe II merupakan penyakit hiperglikemia akibat insensivitas sel terhadap insulin, yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Pencarian kandidat obat antidiabetes dilakukan dengan memprediksi aktivitas senyawa metabolit sekunder secara in silico daun salam (Syzygium polyanthum) secara in silico. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara senyawa metabolit sekunder dari daun salam terhadap enzim α-glucosidase sebagai antidiabetes pada diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini ditargetkan untuk enzim α-glucosidase (kode PDB : 2JKE) yang divalidasi menggunakan software YASARA. Preparasi ligand uji sebanyak 37 senyawa menggunakan software ChemAxon. Running molecular docking menggunakan software PLANTS. Visualisasi hasil docking menggunakan Discovery Studio Visualizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode PDB 2JKE valid dengan nilai RMSD 0,2912 Å. Ada 7 senyawa dengan score docking lebih kecil dibanding miglitol dan ligand native, yaitu Hexadecanoic acid 2-hydroxy-1-(hydroxymethyl); Methyl oleate; Methyl palmitate; Phytol; 9,12,15-Octadecatrien-1-ol; Nerolidol dan Eicosane dengan score docking secara berturut – turut yaitu -96,2919; - 90,5892; -87,6683; -87,403; -83,2687; -81,1494 dan -80,5188. Score docking miglitol sebesar -80,2642 dan ligand native sebesar -77,2910. Ketujuh senyawa tersebut lebih stabil dibanding miglitol dan ligand native sehingga secara teoritis memiliki penghambatan yang lebih baik terhadap enzim α-glucosidase dibandingkan miglitol dan ligand native.
Tidak tersedia versi lain