Text
Evaluasi Pemberian Informasi Obat pada Pasien di Puskesmas Pembantu Kota Semarang
Pemberian informasi obat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi pasien. Keterbatasan pengetahuan mengenai penggunaan obat yang benar akan menimbulkan terjadinya kesalahan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pemberian informasi obat di puskesmas pembantu Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan metode cross-sectional. Pengambilan sampel pada pasien secara accidental sampling dengan sampel puskesmas pembantu dilakukan secara simple random sampling yang berjumlah 17 puskesmas pembantu. Pengambilan data dilakukan secara observasi melalui lembar observasi yang berisikan daftar informasi obat yang tertuang dalam PMK 74 Tahun 2016. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemberian informasi obat dilakukan oleh tenaga nonfarmasi (71%). Informasi obat paling banyak disampaikan yaitu dosis, cara pemakaian, dan indikasi obat. Terdapat tiga puskesmas pembantu yang tingkat penerapan pemberian informasi obat tergolong sedang dengan masing-masing memperoleh 61,7%, 60%, dan 33,7%.
Tidak tersedia versi lain