Text
Profil Penggunaan Obat Off-Label pada Pasien Anak di Bangsal Rawat Inap RSI Sultan Agung Semarang Periode Tahun 2022
Penggunaan obat off-label adalah penggunaan obat yang tidak sesuai dengan label obat ataupun informasi resmi obat yang terdapat pada izin edar yang disetujui oleh lembaga yang berwenang atau BPOM. Penggunaan kategori obat off–label sering terjadi dikarenakan tidak cukupnya data farmakokinetik, farmakodinamik dan efek samping obat, terutama pada pasien anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kategori obat dengan tingkat kejadian obat off-label tertinggi dan mengetahui persentase obat off-label berdasarkan kriteria usia, dosis, indikasi, rute pemberian dan kontra indikasi pada pasien anak di bangsal Rawat Inap RSI Sultan Agung Semarang Periode Tahun 2022. Penelitian dilakukan secara observasional dengan rancangan deskriptif menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data secara retrospektif menggunakan rekam medis pasien anak yang diberikan peresepan obat di bangsal rawat inap RSI Sultan Agung Semarang. Terdapat sebanyak 219 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi.Data penggunaan obat diklasifikasikan menggunakan metode ATC dan dianalisis secara deskriptif serta dihitung persentasenya menggunakan Microsoft Word Excel dan disajikan dalam bentuk persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukan dari 219 data rekam medis pasien didapatkan 181 (12,76%) penggunaan obat off-label dengan total penggunaan obat sebanyak 1418 obat. Penggunaan obat off-label kategori usia sebanyak 49,17%, off-label kategori indikasi 13,26%, off-label kategori dosis 37,57%, off-label rute pemberian tidak di temukan dan off-label kontraindikasi tidak ditemukan. Terdapat penggunaan obat off-label terbanyak berdasarkan metode ATC yaitu kelompok obat saluran pernafasan sebanyak 80,66 %.
Tidak tersedia versi lain