Text
Aktivitas Antidiabetes Fraksi Air Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) pada Tikus DM Tipe 2 yang Diinduksi Insulin Kerja Panjang
Potensi daun asam jawa sebagai antidibetes pada tikus DM tipe 2 telah diteliti sebelumnya. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang kemungkinan berperan dalam pengobatan DM. Pengembangan penelitian yang dapat dilakukan dengan melakukan fraksinasi pada ekstrak daun asam jawa. Penelitian ini dilakukan untuk mengonfirmasi keberadaan flavonoid dalam fraksi air ekstrak etanol daun asam jawa (FAEEDAJ), dilanjutkan dengan menguji aktivitas antidiabetes fraksi tersebut pada tikus DM tipe 2 yang diinduksi insulin kerja panjang Ekstrak dibuat dengan metode maserasi dengan cairan penyari berupa etanol 70%. Flavonoid dalam FAEEDAJ diketahui melalui uji Shinoda. Model hewan uji yang digunakan adalah tikus DM tipe 2 hasil induksi dengan insulin glargine 1,80 IU/kgBB secara subkutan, 1 kali sehari, selama 14 hari. Tikus DM tipe 2 sebanyak 35 ekor dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I merupakan kelompok kontrol negatif yang diberi larutan CMC-Na 0,5% 12,5 mL/kgBB. Kelompok II adalah tikus kelompok kontrol positif yang diberi metformin HCl dosis 45 mg/kgBB, 2 kali sehari. FAEEDAJ dengan dosis 140, 280, dan 560 mg/kgBB diberikan pada tikus kelompok III, IV, dan V. Senyawa uji yang diberikan pada tikus secara per oral selama 14 hari. Sehari setelah pemberian CMC-Na, metformin HCl, dan FAEEDAJ terakhir, kadar glukosa darah 2 jam postprandial diukur. Data kadar glukosa darah 2 jam postprandial sebelum dan sesudah pemberian FAEEDAJ dianalisa dengan uji Wilcoxon dengan taraf kepercayaan sebesar 95%.
Tidak tersedia versi lain