Text
Analisis Kandungan DNA Babi pada Produk Suplemen Kolagen dengan Metode Real-Time PolymeraseChain Reaction
Produksi kolagen pada tubuh tiap tahun akan mengalami penurunan sehingga diperlukanya kolagen pengganti melalui dengan pola hidup sehat serta konsumsi produk berisi kolagen atau suplemen kolagen. Kolagen banyak diproduksi dari hewan salah satunya babi. Hal ini merupakan masalah bagi kaum muslim yang memang dilarang mengkonsumsi hewan haram dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan DNA babi yang ada pada produk suplemen kolagen merk A dan B.
Pemilihan metode dalam pendeteksian komponen babi yang mana berbasis DNA salah satunya yaitu Real-Time Polymerase Chain Reaction yang berdasarkan fluoresensi. Primer yang digunakan yaitu primer spesifik dengan primer reverse dan primer forward dari kit komersial meatdetect qPCR kit pork. Pengujian PCR real time dimulai dari isolasi RNA atau DNA sampai analisis data. Analisis data diadukan dengan cara melihat kurva dan hasil nilai Ct pada software RT-PCR kemudian dilakukan perbandingan pada range penilaian Ct. nilai Ct 18-24 dianggap positif mengandung DNA babi, nilai 24-30 sinyal rendah dan nilai >30 dianggap negatif.
Analisis kandungan DNA babi dalam produk kolagen A dan B dilakukan dengan RT-PCR, kurva amplifikasi menunjukkan bahwa primer yang digunakan menunjukan terjadinya amplifikasi DNA pada sampel kontrol positif secara spesifik sebesar 25,82 dan 25,75 yang berarti < 30 dan terdapat DNA babi, unutk kurva pada sampel kolagen A dan B menunjukan hasil negatif dengan menunjukan nilai Ct > 30 sehingga tidak ditampilkan kedalam tabel amplifikasi. Serta grafik yang terbentuk mendatar dan tidak melewati ambang batas (threshold) oleh karena itu sampel kolagen pada sampel A dan B kemungkinan kolagen yang digunakan berasal dari hewan lain seperti sapi, kerbau
Tidak tersedia versi lain