Text
Analisis Usahatani Tembakau (Nicotiana Tabacum L) Marem 1 Sistem Kemitraan (Studi Kasus Di Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati)
Tembakau merupakan bahan utama industri rokok. Kemitraan merupakan kerjasama usaha formal yang saling menguntungkan antara pengusaha kecil dengan pengusaha menegah dan atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan, biaya, pendapatan dan kelayakan usahatani berdasarkan nilai R/C dan ROI. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Metode pengambilan sampel responden menggunakan metode sampel jenuh dengan jumlah responden 14 orang. Hasil penelitian usahatani tembakau sistem kemitraan, dalam satu kali musim tanam, petani dengan rata-rata luas lahan 4.388 m² dan 8.583 m² mengeluarkan rata-rata total biaya sebesar Rp6.654.690 atau Rp15.165.656 dan Rp10.090.794 atau Rp11.756.721 per hektar. Selanjutnya berturut-turut memperoleh rata-rata penerimaan sebesar Rp11.339.000 atau Rp25.852.000 dan Rp17.595.000 atau Rp20.493.000 per hektar sehingga diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp7.348.625 atau Rp16.758.165 dan Rp10.712.333 atau Rp12.503.175 per hektar, sehingga di dapatkan nilai R/C dalam satu kali musim tanam tembakau sebesar1,70 dan 1,74 per hektar yang artinya usahatani tembakau layak diusahakan karena R/C >1, serta rata-rata ROI dalam satu kali musim tanam tembakau sebesar 47% atau 45% per hektar yang artinya usahatani tembakau layak diusahakan karena nilai ROI lebih besar dari tingkat suku bunga bank yang berlaku yaitu 6% setiap satu tahun atau 2% setiap empat bulan.
Tidak tersedia versi lain