Text
Analisis Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Tahlilan Di Desa Tunggulsari Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tahlilan di Desa
Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, dilaksanakan secara terstruktur dua kali seminggu, yakni Kamis malam di masjid dan Jum’at siang di rumah sohibul hajat, dengan jamaah bergiliran membawa makanan dan membayar infak untuk mendukung operasional masjid dan kegiatan sosial. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam aspek aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlak, seperti penguatan iman, ibadah kolektif, kerja sama jamaah, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, serta sopan santun dan solidaritas antarwarga. Kendala dan tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, komitmen dan kedisiplinan jamaah, serta faktor eksternal berupa kesibukan kerja, pergeseran pola hidup modern, dan rendahnya partisipasi generasi muda yang berpotensi menghambat transfer nilai dan keberlanjutan tradisi tahlilan.
Tidak tersedia versi lain