Text
Peran Unhcr (United Nations High Commissioner For Refugees) Dalam Menangani Masalah Penolakan Pengungsi Rohingya Di Aceh Tahun 2024
Kehadiran pengungsi Rohingya di Aceh pada tahun 2024 memunculkan berbagai respon dari masyarakat lokal, termasuk penolakan yang cukup signifikan. Peristiwa ini menjadi tantangan bagi United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sebagai organisasi internasional yang memiliki mandat untuk melindungi para pengungsi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UNHCR dalam menangani masalah penolakan pengungsi Rohingya di Aceh pada tahun 2024 dengan berfokus pada strategi, kebijakan, serta kerjasama yang dilakukan bersama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari berbagai studi literatur dan dokumentasi dari media terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNHCR berperan penting dalam memberikan perlindungan hukum dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi. Selain itu, UNHCR juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat lokal melalui sosialisasi, dialog kemanusiaan, dan kolaborasi dengan lembaga lokal untuk mengurangi penolakan. Namun, dengan adanya keterbatasan dana, persepsi negatif masyarakat akibat adanya provokasi dari media sosial, serta kebijakan nasional terkait pengungsimenjadi kendala yang dihadapi.
Tidak tersedia versi lain