Text
Analisis pengaruh waktu annealing terhadap sifat mekanik hasil cetak 3D print polimer ABS
Plastik semakin diminati salah satunya adanya Teknologi yang dikembangkan
yaitu Teknologi 3D Print (pencetak tiga dimensi), dimana mesin pembuatan
produk bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan mendetail. Fused Deposition
Modeling (FDM), yaitu salah satu teknologi yang membentuk objek 3D dengan
cara melelehkan meterial lalu di tempatkan lapis demi lapis sehingga membentuk
sebuah objek yang diinginkan. Jenis material yang digunakan FDM adalah
thermoplastic berbentuk filament. ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) adalah
polimer dari hasil minyak bumi yang bersifat thermoplastic, penggunaan material
ini juga tidak kalah populer dari filamen PLA (polylactic acid) karena filamen
ABS ini tersedia dalam berbagai macam warna yang membuatnya populer
dikalangan pengguna printer 3D sehingga objek yang dihasilkan akan lebih
menarik. Namun ada beberapa keterbatasan dengan metode ini, antara lain
permukaan akhir produk yang kasar serta kekuatan mekaniknya yang rendah.
Selain dengan memperbaiki parameter saat-proses, peningkatan kekuatan mekanik
dapat dilakukan dengan melakukan variasi parameter pasca-proses. Oleh karena
itu pada penelitian ini dilakukan variasi waktu annealing pada hasil cetak 3D.
Setelah dicetak, spesimen diannealing pada temperatur 106°C dan ditahan dengan
beberapa waktu, yaitu 80, 100, dan 120 menit lalu didinginkan secara perlahan
hingga mencapai temperatur ruanggan. Selanjutnya dilakukan pengamatan
deformasi ukuran, pengujian kekerasan dan uji tarik. Berdasarkan hasil pengujian
hasil kekerasan dan kekuatan tarik terbaik didapatkan pada waktu anil 120 menit,
dimana terjadi kenaikan kekuatan tarik 15,96% dan kekerasan 16,40%. Hasil ini
menunjukkan bahwa proses perlakuan panas annealing mempengaruhi kekerasan
dan kuat tarik ABS yang dapat ditingkatkan dengan penggunaan parameter suhu
dan waktu tahan yang tepat untuk menghindari perubahan dimensi.
Tidak tersedia versi lain