e-Skripsi, Thesis, & Disertasi

UPT Perpustakaan Unwahas

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik Pada Penderita Kanker Payudara Di
Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Penanda Bagikan

Text

Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik Pada Penderita Kanker Payudara Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Amelia Tivani Sari - Mahasiswa; Dr. apt. Sri Susilowati, M.Si. - Pembimbing I;

Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik Pada Penderita Kanker Payudara Di
Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Chemotheraphy Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan efek
samping yang lazim dialami oleh pasien penerima kemoterapi. Terjadinya mual dan
muntah diakibatkan karena sifat emetogenik yang dimiliki oleh agen kemoterapi
tergantung pada jenis dosis, rute pemberian, dan jumlah obat dalam terapi
kombinasi. Pemberian antiemetik merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi efek samping akibat kemoterapi tersebut. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antiemetik berdasarkan risiko
emetogenik agen kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Islam
Sultan Agung Semarang tahun 2024 dengan standar National Comprehensive
Cancer Network (NCCN) tahun 2024.
Penelitian dilakukan secara observasional dengan desain penelitian Crosssectional. Data diperoleh secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medis
pasien kanker payudara kemudian dianalisis secara deskriptif. Sampel yang
digunakan berjumlah 84 sampel dengan teknik pengambilan sampel secara
purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Kombinasi kemoterapi paling banyak digunakan yaitu paklitaksel +
cisplatin sebesar 26% dari 84 sampel. Pola pemberian antiemetik yaitu sebagai
profilaksis dan pascakemoterapi, dengan kombinasi antiemetik paling banyak
digunakan yaitu ondansetron dan deksametason sebesar 99,4% dengan
penambahan ranitidine dan difenhidramin sebagai terapi supportif. Evaluasi
kesesuaian antiemetik berdasarkan risiko emetogenik agen kemoterapi dengan
standar National Comprehensive Cancer Network (NCCN) tahun 2024, ditemukan
sebesar 98,8% pasien tidak menerima antiemetik sesuai dengan risiko emetogenik
agen kemoterapi, terlebih pada pasien yan menerima agen kemoterapi risiko tinggi.
Kata kunci: CINV, kemoterapi, antiemetik, emetogenik, NCCN.


Ketersediaan
#
Perpustakan Fakultas Farmasi 600
FF000642
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Digital & Cetak
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
600
Penerbit
: ., 2026
Deskripsi Fisik
133 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
20105011033
Klasifikasi
600
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Prodi Ilmu Farmasi
Fakultas Farmasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

File Karya Ilmiah
  • Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik Pada Penderita Kanker Payudara Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Skripsi, Thesis, & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Opening Hours
Monday - Saturday :
Open : 08.00 AM
Close : 19.00 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Modified by Perpus UWH
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Farmasi
  • Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Ekonomi
  • Pascasarjana
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?