Text
Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik Pada Penderita Kanker Payudara Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik Pada Penderita Kanker Payudara Di
Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Chemotheraphy Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan efek
samping yang lazim dialami oleh pasien penerima kemoterapi. Terjadinya mual dan
muntah diakibatkan karena sifat emetogenik yang dimiliki oleh agen kemoterapi
tergantung pada jenis dosis, rute pemberian, dan jumlah obat dalam terapi
kombinasi. Pemberian antiemetik merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi efek samping akibat kemoterapi tersebut. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antiemetik berdasarkan risiko
emetogenik agen kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Islam
Sultan Agung Semarang tahun 2024 dengan standar National Comprehensive
Cancer Network (NCCN) tahun 2024.
Penelitian dilakukan secara observasional dengan desain penelitian Crosssectional. Data diperoleh secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medis
pasien kanker payudara kemudian dianalisis secara deskriptif. Sampel yang
digunakan berjumlah 84 sampel dengan teknik pengambilan sampel secara
purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Kombinasi kemoterapi paling banyak digunakan yaitu paklitaksel +
cisplatin sebesar 26% dari 84 sampel. Pola pemberian antiemetik yaitu sebagai
profilaksis dan pascakemoterapi, dengan kombinasi antiemetik paling banyak
digunakan yaitu ondansetron dan deksametason sebesar 99,4% dengan
penambahan ranitidine dan difenhidramin sebagai terapi supportif. Evaluasi
kesesuaian antiemetik berdasarkan risiko emetogenik agen kemoterapi dengan
standar National Comprehensive Cancer Network (NCCN) tahun 2024, ditemukan
sebesar 98,8% pasien tidak menerima antiemetik sesuai dengan risiko emetogenik
agen kemoterapi, terlebih pada pasien yan menerima agen kemoterapi risiko tinggi.
Kata kunci: CINV, kemoterapi, antiemetik, emetogenik, NCCN.
Tidak tersedia versi lain