Text
Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, Dan Menengah (Sak Emkm) Pada Pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) Di Kabupaten Batang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 pelaku EKRAF di Kabupaten
Batang terdapat satu pelaku yang sudah menerapkan SAK EMKM yaitu Nala Tea,
namun belum maksimal karena kurangnya laporan CALK dan 29 pelaku lainnya
belum sesuai dengan SAK EMKM dikarenakan pemilik usaha hanya membuat
catatan sederhana seperti penjualan, pendapatan dan pengeluaran usahanya pada
buku catatan miliknya. Bahkan ada beberapa pelaku usaha yang tidak menyusun
laporan keuangan bagi usahanya. Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam
penyusunan laporan keuangan serta penerapan SAK EMKM pada laporan
keuangan adalah para pelaku menganggap penyusunan laporan keuangan dan
penerapan SAK EMKM tidak penting bagi usahanya, kurangnya pengetahuan dan
pemahaman di bidang akuntansi, kurangnya pengawasan dan sosialisasi dari
pemerintah daerah seperti Dinas yang terkait maupun lembaga EKRAF kepada
para pelaku EKRAF serta penerapannya yang rumit sehingga memerlukan waktu
yang lama.
Tidak tersedia versi lain