Text
Pengaruh Variasi Tween 80 Sebagai Surfaktan Terhadap Efektivitas Mikroemulsi Minyak Alpukat Dalam Penyembuhan Luka Sayat
Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membagi punggung kelinci menjadi 6 bagian. Masing-masing bagian diberi kelompok perlakuan yaitu, kontrol tanpa perlakuan, povidone iodineĀ® (kontrol positif), mikroemulsi tanpa minyak (kontrol negatif), mikroemulsi minyak alpukat dengan variasi tween 80konsentrasi berturut-turut 35%, 40%, dan 45%. Punggung kelinci dilakukan penyayatan sepanjang 1-2 cm dengan kedalaman sekitar 0,1 mm. Pengujian dilakukan selama 14 hari dengan cara dioleskan sebanyak 2 kali sehari pada luka sayat.
Tidak tersedia versi lain