Text
Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil Dan Menengah (Sak Emkm) Pada Umkm Di Kota Semarang
Perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam
beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini didorong oleh Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah. Dalam menjalankan usahanya, UMKM sering mengalami kesulitan
dan masih belum memahami pentingnya pencatatan laporan keuangan usaha.
Ikatan Akuntan Indonesia telah mengembangkan Standar Akuntansi Keuangan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk digunakan sebagai pedoman bagi
UMKM dalam mencatat dan menyusun laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana pencatatan keuangan yang dilakukan oleh Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah di Kota Semarang dan bagaimana penerapan Standar
Akuntansi Keuangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah pada UMKM di Kota
Semarang, serta kendala yang dialami dalam menyusun laporan keuangan
berdasarkan SAK EMKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber
data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap 10
UMKM di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan
keuangan yang dilakukan delapan UMKM masih sederhana, hanya mencerminkan
pencatatan hasil penjualan produk, dan belum membuat laporan keuangan
sehingga penerapan SAK EMKM tidak dapat dilakukan. Terdapat dua UMKM
yang telah membuat laporan keuangan sederhana atas pencatatan kegiatan
operasional usahanya sesuai sepengetahuan pemilik usaha namun belum mampu
menerapkan SAK EMKM. Kendala yang menyebabkan laporan keuangan
berdasarkan SAK EMKM belum terlaksana dengan baik karena keterbatasan
pengetahuan dan pemahaman mengenai laporan keuangan yang sesuai standar,
rendahnya kualitas sumber daya manusia dan kurangnya pelatihan atau program
pengelolaan laporan keuangan dari pemangku kepentingan..
Tidak tersedia versi lain