Text
Analisis Pengaruh Jenis Blade Terhadap Gaya Angkat Quadcopter Drone Berbasis Arduino Nano
Drone ialah sebuat pesawat atau robot tanpa awak atau biasa disebut
dengan Unmanned Aerial Vehicles (UAV) ialah sebuah kendaran tanpa awak yang
mampu dikendalikan dari darat atau sebuah komputer dan bertujuan untuk
membantu manusia dalam melakukan pekerjaan yang sulit atau berbahaya.
Unmanned Aerial Vehicles (UAV) mempunyai berbagai banyak bentuk dan salah
satu dari bentuknya adalah multirotor atau biasa disebut drone yang mempunyai
banyak baling-baling. Dalam multirotor salah satunya Quadcopter. Quadcopter
adalah pengembangan dari helicopter yang memilki sebuah rotor. Pergerakan
quadcopter juga dipengaruhi oleh sebuah variasi kecepatan dan rotasi dari blade
atau yang disebut baling-baling yang digerakan oleh motor. Sehingga dalam
pengembangan penelitian ini ialah pengaruh jenis blade terhadap gaya angkat
quadcopter drone berbasis arduino nano. Hasil pengujian menunjukkan kecepatan
putar 3000 rpm daya angkat yang paling tinggi ialah blade 4 dengan gaya angkat
sebesar 204 gram dan yang paling rendah adalah blade berjumlah 2 dengan gaya
angkat 180 gram. Penambahan jumlah blade pada kecepatan putar terendah dari
2 ke 4 menambah gaya angkat sebesar 13,3 %. Sedangkan Pada kecepatan putar
17000 rpm daya angkat yang paling tinggi dihasilkan dari blade berjumlah 4
dengan gaya angkat sebesar 2880 Gram dan yang paling rendah adalah blade
berjumlah 2 dengan gaya angakat 2836 gram. Penambahan blade pada kecepatan
putar terendah dari 2 ke 4 menambah gaya angkat sebesar 1,55 % dari analisis
semakin banyak jumlah blade maka semakin tinggi daya angkat. Sehingga drone
dengan massa 934 Gram agar bisa terangkat pada minimal putaran dengan
kecepatan 9000 rpm agar drone bisa terangkat.
Tidak tersedia versi lain