Text
Faktor-Faktor Penyebab Peningkatan Impor Beras Di Indonesia Tahun 2024
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan produksi domestik
yang menciptakan interdependensi asimetris dengan negara eksportir utama
Vietnam dan Thailand. Produksi beras Indonesia pada 2023 hanya mencapai 30,9
juta ton, sementara kebutuhan nasional 33,7 juta ton, sehingga terjadi defisit 2,8 juta
ton. Pada tahun 2023, Indonesia mengimpor 3,06 juta ton beras, dengan 61%
berasal dari Vietnam (1,15 juta ton) dan Thailand (1,38 juta ton). Faktor internal,
seperti terbatasnya akses terhadap teknologi, buruknya infrastruktur pertanian, serta
dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Niño, mengurangi produksi beras
15-20%. Faktor eksternal, seperti keunggulan komparatif negara eksportir, yang
memproduksi beras dengan biaya lebih rendah (USD 400-420 per ton),
dibandingkan dengan biaya produksi Indonesia yang mencapai USD 600 per ton,
memperburuk ketergantungan Indonesia pada impor. Selain itu, faktor kebijakan
pemerintah dalam mengatasi kekurangan pasokan beras juga memperburuk
ketergantungan pada impor. Fenomena ini mengungkap kompleksitas ketahanan
pangan sebagai isu keamanan non-tradisional dalam hubungan internasional, di
mana kebijakan negara eksportir dapat memengaruhi stabilitas pangan negara
penerima, seperti yang terlihat pada ketergantungan Indonesia terhadap kebijakan
ekspor negara-negara penghasil beras.
Tidak tersedia versi lain