Text
Prospek Pemanfaatan Lahan Marginal Berpasir Untuk Usaha Agribisnis Bawang Merah Di M-25 Agro Di Desa Baturetno Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta
Hasil analisis IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa kekuatan utama dalam
budidaya bawang merah di lahan berpasir meliputi ketersediaan lahan, peningkatan
produksi, peluang pengembangan skala nasional, efisiensi biaya, serta tingginya
permintaan pasar yang membuka peluang ekspor dan inovasi teknologi. Penerapan
teknologi budidaya, seperti penggunaan pupuk organik dan agensi hayati, terbukti
meningkatkan produktivitas secara signifikan. Meskipun produksi bawang merah di
Yogyakarta mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir, strategi pemupukan yang
optimal mampu meningkatkan hasil panen. Usahatani di "M-25 Agro" menghasilkan
pendapatan bersih Rp 82.508.250 dengan R/C 6,00, mencerminkan efisiensi tinggi. Dengan
demikian, lahan marginal berpasir berpotensi dikembangkan menjadi lahan produktif
melalui strategi budidaya yang tepat.
Tidak tersedia versi lain