Text
Model Pendidikan Karakter Religius Dalam Meningkatkan Kualitas Hubungan Sosial Peserta Didik Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Kecamatan Guntur Demak
Di Kabupaten Demak, Indonesia, sekolah dasar telah menerapkan pendidikan
karakter Religius untuk mengatasi rendahnya kualitas hubungan sosial. Masalah
ini terkait dengan perilaku intrusif seperti perundungan, ejekan, kurangnya
kesadaran sosial, dan penurunan rasa saling menghormati. Perilaku-perilaku
tersebut menjadi indikator lemahnya internalisasi karakter religius pada siswa
sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pener apan model
pendidikan karakter religius dalam mengatasi kekurangan kualitas hubungan
sosial di kalangan siswa. Sementara karakter religius ditanamkan melalui
pengajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti melakukan studi ini. Pengamatan,
wawancara mendalam, dan dokumentasi merupakan beberapa metode untuk
mengumpulkan data dari kepala sekolah, guru agama Islam, siswa, dan orang tua
di dua sekolah dasar negeri di Kabupaten Guntur. Melalui proses analisis, hasil
menunjukkan bahwa model pendidikan karakter religius yang diterapkan melalui
kebiasaan membaca Al-Quran, shalat berjamaah, membaca Asmaul Husna,
kegiatan sosial keagamaan, dan perilaku teladan guru serta kepala sekolah.
Responden penelitian ini meyakini bahwa pendidikan karakter berkontribusi
dalam meningkatkan empati, komunikasi yang sopan, kerja sama mutual, dan rasa
tanggung jawab sosial di kalangan siswa. Integrasi nilai-nilai agama ke dalam
budaya sekolah dan proses pembelajaran dipandang positif dalam membentuk
karakter religius dan hubungan sosial yang harmonis.
Tidak tersedia versi lain