Text
Strategi Pengembangan Usahatani Daun Bawang (Allium fistulosum L.) Di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang
Usahatani Daun Bawang di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan memiliki potensi untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia yang masih kurang. Usahatani daun bawang yang menguntungkan menjadi salah satu peluang dalam upaya menjadikan Desa Sidomukti menjadi sentra produksi daun bawang di Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal pada usahatani daun bawang di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan dan menentukan formulasi strategi pengembangan usahatani daun bawang di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan. Lokasi penelitian dipilih dengan purposive di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan. Jumlah sampel pada petani dilakukan dengan Proporsional Random Sampling sebanyak 35 responden dan key informant ditentukan dengan purposive sebanyak 5 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis tabel, analisis IFAS, analisis EFAS, analisis IE, dan analisis SWOT. Hasil analisis IFAS ditemukan ada 12 faktor internal terdiri atas 8 faktor kekuatan dan 4 faktor kelemahan. Faktor Internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan, yakni komoditas sudah terkenal, kondisi wilayah berpotensi, ketersediaan bibit, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan pupuk kandang, ketersediaan sumber mata air, adanya pasar, pengalaman usahatani, harga ditentukan tengkulak, skala usaha kecil, tingkat pendidikan rendah, dan keterbatasan modal. Hasil EFAS ditemukan 13 faktor eksternal yang terdiri atas 8 faktor peluang dan 5 faktor ancaman. Faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman yaitu adanya permintaan Daun Bawang, adanya penyuluh pertanian, ketersediaan bahan baku organik, ketersediaan saprodi dan infrastruktur, ketersediaan lembaga keuangan, berkembangnya sektor pariwisata, berkembangnya teknologi, dukungan pemerintah, adanya gulma, hama, dan penyakit, adanya perubahan cuaca, fluktuasi harga, adanya pesaing, dan berkurangnya minat bekerja di sektor pertanianHasil analisis IE posisi usahatani bawang daun berada pada Sel II yang termasuk kelompok Growth Strategy yaitu pengembangan usahatani daun bawang melalui intregasi horizontal dengan cara melakukan perluasan pada luasan lahan produksi meningkatkan produksi dan mempertahankan kualitas produksi dengan memanfaatkan pengalaman usahatani yang dimiliki serta adanya pendampingan dari penyuluhu pertanian. Hasil analisis SWOT petani bawang daun berada pada kuadran (I) yang terletak pada strategi S-O (Strenth-Opportunites) yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas bawang daun dengan memanfaatkan kekuatan pengalaman usahatani dan memanfaatkan peluang ketersediaan bahan organik.
Tidak tersedia versi lain