Text
Analisis Framing Media Massa Dalam Aksi 212 (Studi Kasus Media NU Online dan BBC Indonesia)
Tujuan penelitian ini sebagai syarat ujian sidang strata satu (S1) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Program Studi Ilmu Komunikasi, Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pembingkaian media terhadap suatu berita. Selain itu penelitian ini juga ditunjukan untuk memberikan kontribusi dalam perkembangan kajian pada bidang Ilmu Politik, khususnya yang berkaitan dengan Politik. Penelitian ini menganalisis bagaimana media massa membingkai pemberitaan Aksi 212, dengan studi kasus pada dua media daring: NU Online dan BBC Indonesia. Aksi 212 merupakan gerakan massa besar yang muncul sebagai respons atas kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Fenomena ini menunjukkan bagaimana identitas agama dipolitisasi dalam kontestasi politik, khususnya pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan framing model Robert N. Entman, yang mencakup empat elemen: pendefinisian masalah, penyebab masalah, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam cara kedua media memotret Aksi 212, yang dipengaruhi oleh latar ideologis dan audiens masing masing. Framing yang digunakan oleh media turut membentuk persepsi publik serta memengaruhi dinamika politik dan demokrasi di Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran media dalam konstruksi wacana politik berbasis identitas. Saran dari penulis disini adalah sebaiknya media berlaku netral dan ojektif dalam menyampaikan atau menyabarkan berita. Selanjutnya dalam membuat berita harus berdasarkan fakta.
Tidak tersedia versi lain