Text
Kecaman Jerman Dalam Isu Hak Asasi Manusia Terhadap Kelompok Uighur Di Xinjiang Sejak Tahun 2020-2022
Penelitian ini menganalisis sikap Kecaman Jerman terhadap Tiongkok terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) minoritas Uighur di Xinjiang periode 2020-2022. Isu ini mencakup laporan penahanan massal, indoktrinasi politik, kerja paksa, dan penghapusan identitas budaya-agama Uighur yang menarik perhatian internasional. Jerman merespon melalui pernyataan kecaman publik, resolusi parlemen, sanksi diplomatik, dan advokasi dalam forum internasional seperti Dewan HAM PBB dan G7. Penelitian bertujuan menganalisis faktor pendorong sikap kritis Jerman, strategi diplomatik yang diterapkan dan dampaknya terhadap hubungan bilateral serta politik global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan sikap kecaman Jerman didorong oleh: komitmen HAM pascaperang, tekanan domestik-internasional, dan dilema menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan prinsip HAM. Meskipun memberikan tekanan moral diplomatik signifikan, efektivitas kecaman masih terbatas karena ketergantungan ekonomi bilateral dan perbedaan pendekatan koalisi internasional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman diplomasi HAM Eropa dan dinamika hubungan Barat-Tiongkok dalam konteks interdependensi ekonomi global.
Tidak tersedia versi lain