Text
Keikutsertaan Australia Dalam Quadrilateral Security Dialogue (QUADS) Tahun 2017 Di Bawah Perdana Menteri Malcolm Turnbull
Penelitian ini membahas terkait keikutsertaan Australia kembali ke dalam Quadrilateral Security Dialogue (QUAD) pada tahun 2017 setelah vakum sejak tahun 2008. Quadrilateral Security Dialogue (QUAD) pada awalnya dibentuk sebagai sebuah dialogue antara Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan India pasca kejadian bencana alam Tsunami di kawasan Samudera Hindia. Terbentuknya kembali Quadrilateral Security Dialogue pada tahun 2017 memiliki tujuan bersama dengan negara anggota dalam rangka mencegah peningkatan aktivitas hegemoni Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi pustaka melalui buku, jurnal, serta sumber- sumber resmi atau sumber-sumber yang tersedia di internet. Dalam penelitian ini, menggunakan teori Politik Luar Negeri dari Richard Snyder. Menurut Richard Snyder dalam model penentuan keputusan sebuah sikap politik luar negeri suatu negara memberikan pengaruh melalui berbagai faktor baik dari internal dan eksternal. Faktor internal mencakup politik domestik, masyarakat suatu negara, opini publik, lingkungan masyarakat yang meliputi populasi dan kebudayaan suatu negara, sedangkan faktor eksternal mencakup aksi reaksi dari negara lain, organisasi internasional, kebudayaan dari negara lain, ataupun masyarakat dari luar wilayah negara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, faktor internal yang mempengaruhi Australia bergabung kembali ke dalam Quadrilateral Security Dialogue ialah politik domestik, opini publik, letak geografis, dan kekuatan nasional. Sedangkan, faktor eksternal yang mempengaruhi ialah adanya aksi dan reaksi dari negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, dan India.
Tidak tersedia versi lain