Text
Evaluasi Tingkat Stunting Di Provinsi Jawa Tengah Dengan Menggunakan Metode K-Means
Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang serius, ditandai dengan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan lingkungan yang tidak mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerentanan stunting di Provinsi Jawa Tengah dengan menerapkan metode clustering K-Means berdasarkan indikator sosial, ekonomi, sanitasi, dan karakteristik keluarga. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder dari BKKBN Jawa Tengah dengan 18 variabel yang mencerminkan risiko stunting, seperti jumlah balita, status kehamilan, kelayakan air dan sanitasi, hingga tingkat pendidikan dan pekerjaan orang tua. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah dapat dikelompokkan ke dalam dua Cluster utama. Cluster 0 merepresentasikan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap stunting, ditandai dengan banyaknya balita dan baduta, kehamilan berisiko tinggi (usia terlalu muda atau terlalu tua), rendahnya akses air minum dan sanitasi layak, serta tingkat kesejahteraan dan pendidikan keluarga yang rendah. Cluster 1 menunjukkan tingkat kerentanan lebih rendah, dengan kondisi keluarga yang lebih stabil, usia orang tua yang lebih matang, serta akses sanitasi dan pendidikan yang lebih baik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan pemangku kebijakan dalam merumuskan intervensi yang lebih terarah dan berbasis data untuk menanggulangi masalah stunting di Provinsi Jawa Tengah.
Tidak tersedia versi lain