Text
Perbedaan Jenis Pelarut Ekstraksi terhadap Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Biji Kacang Polong (Pisum sativum L.) pada Sel Kanker Payudara T47D
Biji kacang polong (Pisum sativum L.) memiliki aktivitas sitotoksik terhadap
sel kanker payudara. Biji kacang polong mengandung metabolit sekunder
flavonoid, isoflavonoid, asam fenolik dan fitoaleksin. Senyawa flavonoid diduga
berpotensi sebagai sitotoksik. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas
sitotoksik ekstrak biji kacang polong dengan perbedaan jenis pelarut ekstraksi
terhadap sel T47D serta kadar flavonoid totalnya.
Ekstraksi biji kacang polong menggunakan metode refluks dengan pelarut
etanol 96% dan etanol 70%, serta metode infundasi dengan pelarut air. Pengujian
sitotoksik ekstrak biji kacang polong konsentrasi 31,25; 62,5; 125; 250; 500 dan
1000 µg/mL menggunakan metode MTT Assay. Nilai IC50 dianalisis statistika
menggunakan metode One Way Anova. Penentuan kadar flavonoid total
menggunakan metode AlCl3 dengan standar kuersetin. Kadar flavonoid total
dianalisis statistika menggunakan metode Kruskal-Wallis.
Ekstrak etanol 96%, etanol 70% dan air biji kacang polong memiliki kadar
flavonoid total berturut-turut sebesar 9,879 ± 0,054; 5,910 ± 0,260 dan 2,632 ±
0,062 mgQE /gram. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
signifikan. Ekstrak etanol 96% dan etanol 70% biji kacang polong memiliki
aktivitas sitotoksik terhadap sel T47D dengan nilai IC50 sebesar 147,123 ± 8,808
dan 90,590 ± 5,753 µg/mL. Uji One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan signifikan. Sedangkan, ekstrak air tidak memiliki aktivitas sitotoksik
terhadap sel T47D.
Tidak tersedia versi lain