Text
Perbandingan Karakteristik dan Stabilitas Fisik Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Enzim Bromelain dengan Minyak Cengkeh dan Minyak VCO
Virgin coconut oil (VCO) dan minyak cengkeh merupakan fase minyak
yang banyak digunakan dalam formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery
System (SNEDDS). VCO diketahui mengandung medium-chain fatty acids yang
mampu menghasilkan ukuran droplet berukuran kecil dan stabil, sedangkan minyak
cengkeh juga dapat membentuk nanoemulsi dengan karakteristik fisik yang baik.
Namun, keduanya memiliki perbedaan sifat fisik yang berpotensi memengaruhi
stabilitas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik fisik
dan stabilitas fisik SNEDDS enzim bromelain dengan fase minyak VCO dan
minyak cengkeh.
SNEDDS diformulasikan dengan enzim bromelain 0,02%, dan fase minyak
VCO (FI) 6,38% serta minyak cengkeh (FII) 9,98%. Surfaktan yang digunakan
adalah Tween 80 dan kosurfaktan PEG 400. SNEDDS diuji karakteristik fisik
meliputi parameter organoleptis, transmitansi, viskositas, PH, ukuran partikel, dan
polidispersitas indeks (PDI). Stabilitas fisik diuji menggunakan metode cycling test.
Data karakteristik dan stabilitas fisik dianalisis menggunakan paired t test dan
wilcoxon dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula SNEDDS enzim bromelain
dengan fase minyak VCO (FI) dan minyak cengkeh (FII) menunjukkan perbedaan
yg signifikan terhadap karakteristik fisik pada parameter PDI, dan setelah dilakukan
stabilitas terdapat perbedaan signifikan pada parameter ukuran partikel. Formula
dengan minyak VCO stabil pada parameter transmitansi, pH, viskositas, dan
polidispersitas indeks (PDI), sedangkan formula dengan minyak cengkeh lebih
stabil pada parameter ukuran partikel. Dengan demikian, jenis fase minyak
memengaruhi karakteristik dalam hal ukuran partikel dan mempengaruhi stabilitas
fisik khususnya pada ukuran partikel, sementara parameter lainnya relatif stabil.
Tidak tersedia versi lain