Text
Stabilitas Kimia Patch Ekstrak Etanol Herba Bandotan (Ageratum conyzoides L.) dengan Variasi Konsentrasi Polivinil Alkohol
Tumbuhan bandotan (Ageratum conyzoides L.) memiliki banyak aktivitas
farmakologi seperti mempercepat penyembuhan luka. Patch menjadi salah satu
pilihan untuk membantu penghantaran obat luka dan mampu menjaga kelembapan
dan melindungi luka dari lingkungan luar. Basis dalam formulasi patch berupa
polimer, seperti polivinil alkohol atau PVA. PVA memiliki karakteristik kimiawi
yang stabil serta mampu membentuk patch yang kuat serta elastis. Tujuan
penelitian ini untuk melihat pengaruh variasi konsentrasi polivinil alkohol terhadap
stabilitas kimia sediaan patch ekstrak herba bandotan (EHB).
Formulasi patch EHB dilakukan dengan melarutkan EHB dalam etanol 96%
dan kitosan-PVA F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) dalam aquades, kemudian
dicampur pada suhu 80°C selama 1 jam. Sediaan patch dicetak dan dikeringkan
selama 5 jam pada suhu 50°C. Pengujian stabilitas dilakukan dengan metode
cycling test 6 siklus pada suhu 40°C selama 24 jam dan suhu 4°C selama 24 jam.
pengamatan stabilitas dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis.
Hasil pembacaan kadar flavonoid patch siklus ke-0 dan siklus ke-6, terdapat
penurunan konsentrasi F1 15,08%, F2 5,53%%, dan F3 23,09%. Hasil analisis uji
stabilitas kimia menggunakan metode two-way ANOVA dengan data kadar
flavonoid patch didapatkan bahwa nilai pada siklus ke-0 dan siklus ke-6 > 0,05,
yang berati tidak terdapat interaksi faktor siklus dan formula terhadap kadar
flavonoid dalam patch.
Tidak tersedia versi lain