e-Skripsi, Thesis, & Disertasi

UPT Perpustakaan Unwahas

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Faktor Risiko Hipersensitivitas Akibat Kemoterapi 
Regimen FOLFOX-4 di RSUP Dr. Kariadi Semarang
Penanda Bagikan

Text

Analisis Faktor Risiko Hipersensitivitas Akibat Kemoterapi Regimen FOLFOX-4 di RSUP Dr. Kariadi Semarang

Vara Aulia Shifa Andriarini - Mahasiswa; apt. Junvidya Herowati, M.P.H - Pembimbing I;

Kanker kolorektal menjadi salah satu penyakit dengan keganasan yang
memiliki prevalensi dan insidensi tertinggi di seluruh dunia. Kemoterapi menjadi
penatalaksanaan pengobatan kanker kolorektal, salah satunya adalah regimen
kombinasi 5-flurouracil, leucovorin dan Oxaliplatin (FOLFOX). Salah satu efek
samping atau toksisitas yang bisa terjadi pada pemberian obat kemoterapi yang
mengandung fluorourasil, leucovorin, dan Oxaliplatin dapat berupa reaksi
hipersensitivitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variabel yang menjadi
faktor risiko dan pada siklus keberapa kemoterapi menyebabkan reaksi
hipersensitivitas pada pasien yang mendapat kemoterapi regimen FOLFOX-4 pada
pasien dengan diagnosis kanker kolorektal di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Pengambilan data menggunakan desain cross-sectional secara retrospektif
dari bulan Februari-April 2025 dengan total sampel sebanyak 56 pasien. Sampel
diambil dari data rekam medis pasien kanker kolorektal di RSUP Dr. Kariadi
Semarang dengan kriteria inklusi yaitu seluruh pasien kanker kolorektal yang
mendapat regimen kemoterapi FOLFOX-4 selama 12 siklus dan kriteria eksklusi
yaitu pasien yang dipindahkan ke ruang intensif dan pasien yang meninggal dunia
selama kemoterapi. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan
adanya hubungan bermakna antara riwayat alergi dengan kejadian hipersenitivitas
(p = 0,012). Hasil ini menunjukkan bahwa riwayat alergi merupakan variabel yang
menjadi faktor risiko terhadap kejadian hipersenstivitas pada pasien yang
mengalami kemoterapi FOLFOX-4 di RSUP Dr. Kariadi Semarang.


Ketersediaan
#
Perpustakan Fakultas Farmasi 600
FF000538
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Digital & Cetak
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
600
Penerbit
: ., 2025
Deskripsi Fisik
65 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
21105011058
Klasifikasi
600
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Prodi Ilmu Farmasi
Fakultas Farmasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

File Karya Ilmiah
  • Analisis Faktor Risiko Hipersensitivitas Akibat Kemoterapi Regimen FOLFOX-4 di RSUP Dr. Kariadi Semarang
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Skripsi, Thesis, & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Opening Hours
Monday - Saturday :
Open : 08.00 AM
Close : 19.00 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Modified by Perpus UWH
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Farmasi
  • Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Ekonomi
  • Pascasarjana
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?