Text
Perbandingan Metode Ekstraksi Soxhlet dan MAE terhadap Aktivitas Tabir Surya beserta Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.)
Daun kelor (Moringa oleifera L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif
seperti flavonoid, terutama kuersetin, yang memiliki aktivitas antioksidan kuat
sehingga mampu menetralkan radikal bebas dan berpotensi sebagai tabir surya
alami. Pemilihan metode ekstraksi sangat memengaruhi kualitas dan kuantitas
senyawa aktif yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode
ekstraksi soxhlet dan MAE (Microwave Assisted Extraction) terhadap aktivitas
tabir surya dan kadar flavonoid total.
Daun kelor diekstraksi menggunakan etanol 96%, kemudian hasil ekstraksi
dievaporasi dengan rotary evaporator. Aktivitas tabir surya diuji pada konsentrasi
300–700 µg/mL menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang
290–320 nm, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan dengan pereaksi AlCl3
menggunakan standar kuersetin pada 430 nm. Nilai SPF dihitung dengan
persamaan Mansur, sedangkan data dianalisis menggunakan Two Way ANOVA
dan uji T-Test independen.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kelor pada konsentrasi 700
µg/mL metode MAE memiliki nilai SPF 15,028 dan kadar flavonoid 261,477
mgEQ/gram, lebih tinggi dibanding metode soxhlet yang menghasilkan SPF 7,978
dan kadar flavonoid 48,418 mgEQ/gram. Perbedaan keduanya signifikan
(p
Tidak tersedia versi lain