Text
Formulasi Patch Ekstrak Etanol Herba Bandotan (Ageratum conyzoides L.) dengan Variasi Konsentrasi Kitosan
Bandotan sebagai gulma menyebabkan penurunan produktivitas padi,
bahkan pembasmiaanya dengan pestisida menimbulkan kerusakan lingkungan.
Upaya pemanfaatan bandotan sebagai agen penyembuhan luka dilakukan dengan
memformulasikannya dalam sistem penghantaran patch. Komponen utama dalam
patch berupa polimer, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan
patch herba bandotan dengan variasi konsentrasi polimer kitosan.
Patch herba bandotan dibuat dengan metode solvent casting. Patch dengan
variasi konsentrasi kitosan F1 (1%), F2 (1,5%), F3 (2%) yang terbentuk diuji
karakteristiknya. Data berupa bentuk, warna, aroma, tekstur dan ketahanan lipat
patch dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif berupa ketebalan, bobot, daya
serap kelembapan, kadar air, dan pH patch disajikan dalam rata-rata ± standar
deviasi (SD), serta dianalisis menggunakan regresi linier.
Patch herba bandotan dengan variasi konsentrasi kitosan F1 (1%), F2 (2%),
F (3%) memiliki warna kuning kecoklatan, aroma khas ekstrak, serta tekstur padat
dan elastis. Semua formula memiliki daya tahan lipat lebih dari 300 kali.
Peningkatan konsentrasi kitosan menyebabkan peningkatan berat dan ketebalan
patch yang signifikan. Peningkatan konsentrasi kitosan juga dapat meningkatkan
daya serap kelembapan, kadar air dan pH secara matematis, namun secara statistik
tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Tidak tersedia versi lain